Category: Berita Utama

  • Terbaik Bripda Adrian Kaiser : Dari Tugas Bhayangkara Menuju Podium Emas Taekwondo di Osaka

    Terbaik Bripda Adrian Kaiser : Dari Tugas Bhayangkara Menuju Podium Emas Taekwondo di Osaka

    JAKARTA — Prestasi membanggakan kembali datang dari Korps Bhayangkara di kancah internasional. Bripda Adrian Kaiser Hakiki Potu, anggota Ditsamapta Polda Metro Jaya, sukses mengibarkan bendera Merah Putih setelah berhasil meraih **medali emas** dalam ajang **Taekwondo International WATA Open Championship 2026**.

    Turnamen bergengsi yang berlangsung pada 24–27 April 2026 di Osaka, Jepang ini mempertemukan atlet-atlet tangguh dari berbagai belahan dunia. Bripda Adrian yang turun di kelas **Kyorugi Senior U-87 Kg** tampil dominan dan menunjukkan teknik serta stamina luar biasa hingga berhasil menempati podium tertinggi.

    Pencapaian gemilang ini membuktikan bahwa semangat disiplin, kerja keras, dan dedikasi yang ditempa selama menjadi anggota Polri tidak hanya tercermin dalam tugas pelayanan masyarakat sehari-hari, tetapi juga mampu membuahkan prestasi di panggung dunia.
    “Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya rekan-rekan anggota Polri lainnya, untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di level internasional,” ujar perwakilan Polda Metro Jaya dalam keterangan resminya.

    Kemenangan Bripda Adrian di Osaka ini menjadi bukti nyata bahwa personel Polri mampu bersaing secara sportif dan profesional di bidang olahraga, sekaligus memperkuat citra positif institusi di mata dunia.

     

     

  • Polda Metro Jaya Berhasil Amankan 101 Orang Terduga Provokator Ricuh May Day

    Polda Metro Jaya Berhasil Amankan 101 Orang Terduga Provokator Ricuh May Day

    Polda Metro Jaya mengamankan 101 orang yang diduga berencana memicu kerusuhan dalam perayaan May Day 2026 di Jakarta pada Jumat (1/5/2026). Penangkapan ini dilakukan setelah petugas menemukan sejumlah bukti berupa peta penyerangan hingga jadwal rencana aksi anarkis di lapangan sebagaimana dilansir dari Detikcom.

     

     

     

    Penyidik kepolisian menemukan dokumen terperinci yang menyusun skenario kekacauan selama aksi buruh berlangsung. Pihak berwenang menyebutkan bahwa kelompok tersebut telah mengatur pergerakan massa secara sistematis untuk melakukan serangan di titik-titik tertentu.

     

    “Dan kami menemukan dokumen rencana untuk melakukan kerusuhan. Mereka sudah mempersiapkan rekan-rekan sekalian di sini tergambar dengan jelas, bisa dilihat juga di layar, yang rundown,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (1/5/2026).

    Penjelasan lebih lanjut mengenai teknis serangan tersebut diungkapkan melalui bukti jadwal yang telah disusun oleh para terduga pelaku. Polisi mengidentifikasi adanya pembagian waktu spesifik untuk melancarkan aksi ofensif terhadap petugas di lokasi.

     

     

     

    “Bisa tergambar dengan jelas mereka sudah mempersiapkan rundown acaranya. Jadi per jam mereka sudah mempersiapkan kapan mereka melakukan serangan atau serbuan kalau bahasa di sini,” tambahnya.

    Dokumen yang disita juga memuat pemetaan jalur logistik dan penyelamatan diri bagi para pelaku kerusuhan. Kombes Iman Imanuddin menegaskan bahwa skema tersebut mencakup rute keberangkatan hingga lokasi evakuasi setelah melakukan aksi.

    “Ini sudah mereka persiapkan. Jadi datang dari mana, kemudian kejadiannya seperti apa, dan kembalinya harus ke mana. Titik-titik kumpulnya mereka sudah tentukan,” sebutnya.

    Selain dokumen perencanaan, petugas menyita alat komunikasi, sejumlah uang tunai, serta senjata berbahaya seperti bom molotov dan senjata tajam. Uang tersebut diduga akan didistribusikan kepada massa yang bersedia bergabung dalam aksi kelompok tersebut.

     

     

    “Ini adalah sejumlah uang yang berhasil kami amankan dari tangan salah satu koordinator di lapangan yang berdasarkan informasi yang bersangkutan kepada kami bahwa uang tersebut akan digunakan atau diberikan kepada mereka yang ikut hadir bersama-sama dengan kelompoknya,” sebutnya.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kelompok ini menggunakan media sosial sebagai sarana provokasi. Tujuannya adalah untuk menciptakan bentrokan antara elemen serikat buruh dengan cara menyusup ke dalam barisan massa saat unjuk rasa berlangsung.

    “Dalam pembicaraan sesama mereka, terungkap beberapa fakta di antaranya mereka merencanakan akan mengadu domba antar elemen serikat buruh dengan melakukan penyusupan pada saat kegiatan sedang berlangsung,” ucap dia.

    Para terduga pelaku yang ditangkap rata-rata berusia antara 20 hingga 30 tahun. Kepolisian menyatakan bahwa 101 orang tersebut akan dipulangkan ke kediaman masing-masing segera setelah seluruh proses pemeriksaan intensif dinyatakan selesai.

  • Polda Metro Bagikan Makanan ke Peserta May Day di Monas

    Polda Metro Bagikan Makanan ke Peserta May Day di Monas

    Jakarta – Polda Metro Jaya membagikan makanan kepada sejumlah massa aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, Jakarta Pusat. Hal itu sebagai bentuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para peserta aksi.
    “Polda Metro Jaya hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada saudara-saudara kita yang sedang menyampaikan aspirasi. Pendekatan humanis seperti ini menjadi bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).

    Polisi membagikan makanan di depan Kantor Disnaker Provinsi DKI Jakarta, Gambir. Personel Polda Metro Jaya juga tampak berinteraksi dengan peserta aksi.

    Petugas membagikan makanan berupa siomay kepada para buruh. Hal itu menjadi bentuk kepedulian dan pendekatan humanis Polri dalam melayani masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi.

    “Hal-hal kecil seperti menyapa, berdialog, dan berbagi makanan dapat mencairkan suasana. Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, damai, dan penuh rasa saling menghormati,” ucapnya.

    Budi menyebut pembagian makanan itu merupakan bagian komunikasi dan pendekatan yang dibangun dengan pihak yang menyampaikan pendapat di muka umum. Dia mengajak masyarakat dan peserta agar tertib menjalankan aksinya.

    “Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Sampaikan aspirasi dengan tertib. Polri akan terus hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan, dengan tetap melayani serta menjaga keamanan bersama,” pungkasnya.

  • Kapolda Sumsel resmi membuka Pembekalan dan Pelatihan Keterampilan

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. resmi membuka Pembekalan dan Pelatihan Keterampilan (Latram) TA 2026 bagi 216 personel Polri dan PNS yang akan memasuki masa purnatugas di Hotel The Zuri Palembang, Senin (20/4).

    Kegiatan ini dirancang untuk membekali personel dengan kesiapan mental, finansial, hingga keterampilan praktis agar tetap mandiri dan bermakna di fase kehidupan baru. Dalam amanatnya, Kapolda Sumsel berpesan agar personel menjaga etos kerja hingga akhir masa pengabdian:

    “Kerja keras adalah wujud rasa syukur, namun harus diimbangi dengan kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Pensiun bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal dari fase kehidupan baru yang harus dipersiapkan dengan baik,” ujar ujar Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho.

    Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :

    Call Center : 110 (Bebas Pulsa)

    “KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM”

  • Kapolda Sumsel Resmikan Panti Asuhan, Tekankan Dukungan Masa Depan Anak

    Kapolda Sumsel Resmikan Panti Asuhan, Tekankan Dukungan Masa Depan Anak

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho menghadiri peresmian Panti Asuhan Cahaya Anugrah Abadi sekaligus peletakan batu pertama pembangunan asrama putra. Irjen Sandi juga memberikan bantuan sosial ke warga di Kecamatan Sematang Borang, Palembang.

    Kegiatan ini bentuk wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat selain menjaga keamanan dan ketertiban. Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat.

    Acara diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan penayangan video selayang pandang, pemberian bantuan sosial berupa sembako dan kursi roda, hingga peletakan batu pertama pembangunan panti asuhan.

     

     

     

    Irjen Sandi menegaskan kegiatan sosial tersebut mencerminkan semangat pengabdian Polri yang tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.

    “Hal ini sejalan dengan semangat pengabdian Polri, yaitu hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat,” ujar Irjen Sandi, Kamis (16/4/2026).

    Kapolda Sumsel resmikan panti asuhan. (Foto: dok. Istimewa)

    Irjen Sandi menerangkan keberadaan panti asuhan dan penyaluran bantuan sosial merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap anak-anak yang memerlukan dukungan bersama agar dapat tumbuh dengan baik.

    “Anak-anak yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan tempat tinggal yang layak, harus kita dukung agar mereka dapat menatap masa depan dengan lebih baik dan penuh harapan,” tegas Kapolda.

    Lebih lanjut, Irjen Sandi menekankan perhatian terhadap anak-anak tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga harus disertai pembinaan mental dan karakter.

    “Saat ini, anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan formal, tetapi juga pendidikan mental, pembinaan akhlak, etika, dan karakter. Karena itu, peran kita semua sangat penting dalam mendampingi dan membimbing mereka agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan beradab,” ucapnya.

    Menurutnya, yang dilakukan jajaran kepolisian melalui kegiatan tersebut menunjukkan tugas Polri tidak berhenti pada pemeliharaan kamtibmas, Polri juga harus hadir untuk memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    “Apa yang telah dilakukan ini menunjukkan bahwa anggota Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Kapolda.

    Melalui kegiatan ini, Polda Sumsel menegaskan kehadiran Polri di tengah masyarakat diwujudkan tidak hanya melalui tugas pemeliharaan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberi manfaat langsung.

    Peresmian panti asuhan, groundbreaking pembangunan panti asuhan putra, serta pemberian bantuan sosial kepada masyarakat menjadi cerminan komitmen Polri untuk terus hadir, melayani, dan mengabdi bagi masyarakat.

  • Polda Metro Jaya Bongkar Kasus Kekerasan Seksual oleh Driver Online

    Polda Metro Jaya Bongkar Kasus Kekerasan Seksual oleh Driver Online

     

    Jakarta – Direktorat PPA/PPO Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan tindak pidana percabulan dan/atau kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang pengemudi transportasi online terhadap penumpangnya. Kasus ini menjadi sorotan publik setelah rekaman kejadian beredar di media sosial. Menindaklanjuti hal tersebut, jajaran Direktorat PPA/PPO bergerak cepat melakukan penyelidikan, mengamankan pelaku, serta menyita sejumlah barang bukti terkait perkara. Dalam penyampaian kasus ini turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta dr. Dwi Oktavia serta Komisioner Komnas Perempuan Kombes Pol. (Purn.) Sundari Waris.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, prosedural, dan akuntabel dengan menempatkan perlindungan korban sebagai prioritas utama. “Kami juga mengimbau kepada rekan-rekan media agar bersama-sama menjaga ruang privasi korban. Dalam perkara tindak pidana kekerasan seksual, terdapat ranah pribadi yang harus kita jaga agar tidak menimbulkan trauma lanjutan, baik terhadap korban maupun keluarganya,” ujar Kabidhumas, Senin (06/04/2026).

    Direktur PPA/PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rita Wulandari Wibowo menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026 sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Apartemen Istana Harmoni, Jakarta Pusat. Korban berinisial SKD (20), perempuan asal Jawa Tengah, diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh pelaku berinisial WAH (39), warga Jakarta Pusat, saat menggunakan jasa transportasi online.

    Menurut Kombes Rita, selama perjalanan pelaku diduga melontarkan percakapan tidak pantas, memegang dan meremas paha korban, kemudian berpindah ke kursi belakang dan berusaha menindih korban secara paksa disertai kekerasan. Korban sempat melakukan perlawanan dan merekam kejadian tersebut. “Peristiwa ini menunjukkan adanya eskalasi dari pelecehan verbal menjadi kekerasan fisik. Dalam proses penanganan ini, kami tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan pemulihan secara menyeluruh,” kata Kombes Rita.

    Dalam proses penyidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain telepon genggam, satu unit mobil Honda Brio warna silver, dokumen kendaraan, pakaian korban dan pelaku, alat kontrasepsi, obat kuat, serta barang lain yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Hasil pemeriksaan Bidokkes Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa tersangka positif menggunakan narkoba. Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan dengan Pasal 414 ayat (1) huruf b dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun dan denda paling banyak Rp50 juta, serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

    Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan transportasi umum serta segera melaporkan melalui layanan 110 apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kejahatan.

  • Kapolda Riau Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Karhutla 

    Kapolda Riau Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Karhutla di Tengah Ancaman El Nino


    RIAU — Tantangan pelestarian lingkungan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau memasuki babak krusial seiring dengan datangnya fenomena El Nino. Menghadapi risiko yang kian meningkat, Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, menekankan pentingnya semangat kolektif dan kerja sama lintas sektor sebagai benteng utama perlindungan wilayah.

    Dalam sebuah pernyataan terbaru, Irjen Pol. Herry Heryawan menggarisbawahi bahwa penanganan Karhutla bukanlah tugas yang bisa dipikul oleh satu instansi saja. Menurutnya, kerentanan lahan di Riau memerlukan pengawasan dan aksi cepat yang terintegrasi.

    “Di tengah ancaman El Nino yang meningkatkan risiko Karhutla, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi BNPB/D, TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci untuk melindungi lingkungan dan keselamatan bersama,” tegas Kapolda.

    Pesan kolaborasi ini bukan sekadar retorika. Di berbagai titik di Riau, upaya preventif terus digalakkan melalui program “Green Policing”. Salah satu aksi nyata yang baru-baru ini dilakukan adalah penanaman pohon Geronggang di Desa Tanjung Punak. Pohon Geronggang dipilih karena kemampuannya beradaptasi di lahan gambut, yang sekaligus berfungsi sebagai upaya restorasi ekosistem.

    Selain penghijauan, dukungan terhadap produktivitas masyarakat lokal juga menjadi prioritas. Penyerahan bantuan mesin ketinting kepada warga setempat menjadi simbol bahwa perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan alat tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih berdaya dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan tanpa harus merusak hutan.

    Menjaga “Napas” Bumi Riau

    Fenomena El Nino memang membawa cuaca ekstrem dan kekeringan panjang, namun kesiapsiagaan personel gabungan dan partisipasi aktif warga desa di garda terdepan diyakini mampu meminimalisir titik api (hotspot).

    Melalui sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan kearifan lokal masyarakat, Riau berkomitmen untuk tidak hanya memadamkan api saat terjadi kebakaran, tetapi membangun sistem pencegahan yang kokoh. Harapannya, langit Riau tetap biru dan lingkungan tetap terjaga demi warisan generasi mendatang.

     

     

  • Tinjau Ancol, Kapolda Metro Jaya pastikan pengamanan berjalan maksimal

    LONJAKAN 177 PERSEN PENGUNJUNG ANCOL, KAPOLDA METRO JAYA PASTIKAN PENGAMANAN BERJALAN MAKSIMAL

    JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri melakukan peninjauan langsung ke kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Senin (23/3/2026). Langkah ini diambil guna merespons lonjakan signifikan jumlah wisatawan pada hari kedua Idul Fitri (Minggu), di mana kawasan pantai ini menjadi magnet utama warga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

    Berdasarkan data hasil pengecekan, kunjungan ke Ancol pada hari Minggu menembus angka 53.824 orang, atau mengalami lonjakan drastis sebesar 177 persen. Menanggapi fenomena ini, Kapolda menginstruksikan penebalan pengamanan di titik-titik rawan kerumunan, seperti area bibir pantai dan pintu masuk utama, guna mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas maupun potensi kecelakaan air.

    Kunjungan ini merupakan bagian dari kesiapan Operasi Ketupat Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Dalam operasi besar ini, Polda Metro Jaya menyiagakan 6.812 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Daerah DKI Jakarta, dan Potensi Masyarakat. Selain personel, disiapkan pula 95 pos yang terdiri dari 68 Pos Pengamanan, 22 Pos Pelayanan, dan 5 Pos Terpadu.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan bahwa peninjauan Kapolda merupakan bentuk komitmen pimpinan untuk memastikan pelayanan kepolisian hadir secara nyata. “Bapak Kapolda meninjau Ancol karena prediksinya kawasan ini akan terus ramai. Peninjauan ini untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi sehat dan prima, pola pengamanan, dan pelayanan telah disiapkan dengan baik agar masyarakat merasa aman,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

    Selain pengamanan fisik, petugas juga menyiapkan langkah antisipatif berupa rekayasa lalu lintas dan patroli Tim Urai di akses menuju Jakarta Utara. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemacetan panjang yang dapat mengganggu kenyamanan wisatawan yang masuk maupun keluar area Ancol.

    Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan bahwa optimalisasi layanan Polri 110 tetap menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat. Dengan pengamanan yang terintegrasi, diharapkan liburan di kawasan pesisir ini dapat berlangsung aman dan tertib bagi seluruh warga Jakarta dan sekitarnya.

  • Pastikan Lebaran Aman, Polresta Banyuwangi bersama Forkopimda Musnahkan Ribuan Miras dan Knalpot Brong Hasil Ops Pekat Semeru 2026 serta Cipta Kondisi

    Narasi Media : Pastikan Lebaran Aman, Polresta Banyuwangi bersama Forkopimda Musnahkan Ribuan Miras dan Knalpot Brong Hasil Ops Pekat Semeru 2026 serta Cipta Kondisi

    BANYUWANGI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mempertegas komitmennya dalam menjaga kesucian bulan Ramadhan dan kenyamanan mudik Lebaran melalui rilis hasil Operasi Pekat Semeru 2026 serta upaya Cipta Kondisi menjelang libur panjang Idulfitri 1447 H. Dalam kegiatan yang digelar pada Kamis (12/03/2026), Polresta Banyuwangi memaparkan keberhasilan mengungkap puluhan kasus kriminalitas sekaligus melakukan pemusnahan barang bukti skala besar.

    Operasi yang berlangsung selama 12 hari (25 Februari – 8 Maret 2026) ini bertujuan untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat agar situasi keamanan dan ketertiban (sitkamtibmas) tetap kondusif. Hasilnya sangat signifikan, yakni pengungkapan 59 Laporan Polisi (LP) dengan total 61 tersangka.

    Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Banyuwangi dan instansi terkait, memimpin langsung prosesi pemusnahan barang bukti yang menjadi atensi publik.

    “Operasi Pekat dan upaya Cipta Kondisi ini kami lakukan agar masyarakat Banyuwangi dapat menjalankan ibadah serta merayakan libur Idulfitri dengan rasa aman. Kami tidak ingin ada gangguan dari peredaran miras, narkoba, maupun aksi kriminalitas lainnya yang meresahkan,” tegas Kapolresta Banyuwangi.

    Berdasarkan data, rincian kasus yang berhasil diungkap meliputi:

    1. Minuman Keras Ilegal/Oplosan: 23 laporan dengan 23 tersangka.
    2. Perjudian: 19 laporan dengan 19 tersangka.
    3. Narkoba dan Okerbaya: 15 laporan dengan 16 tersangka.
    4. Premanisme : 1 laporan dengan 2 tersangka.
    5. Prostitusi : 1 laporan dengan 1 tersangka.

    Barang bukti yang dimusnahkan dalam momen tersebut sangat masif, di antaranya 15.668 liter miras jenis arak dan 1.080 botol miras bermerek. Selain itu, turut dimusnahkan puluhan knalpot brong hasil penertiban lalu lintas, yang selama ini menjadi keluhan utama warga karena suara bising yang mengganggu ketenangan lingkungan.

    Sinergi antara Polri dan pemerintah daerah terlihat jelas saat jajaran Forkopimda ikut serta secara simbolis dalam pemusnahan miras dan pemotongan knalpot brong. Langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh stakeholder Banyuwangi terhadap langkah tegas kepolisian.

    Di sisi lain, dari tangan para pelaku narkoba, petugas menyita 203 paket sabu (berat bersih 62,84 gram), 1 paket ekstasi berisi 2 butir, serta 8.361 butir pil Trihexyphenidyl. Polisi juga mengamankan aset pendukung kejahatan berupa 32 unit ponsel, 5 unit sepeda motor, 1 unit mobil Toyota Kijang Innova, uang tunai senilai Rp3.793.000,-, 1 baju warna hitam IPSI, dan 286 barang bukti lainnya.

    “Cipta Kondisi ini akan terus berlanjut melalui Operasi Ketupat Semeru untuk mengawal arus mudik. Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi penyakit masyarakat dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing demi Idulfitri yang penuh berkah,” pungkas Kapolresta Banyuwangi. (*)

  • Seskab Teddy di Garis Depan Hadapi Kritik Publik

    Seskab Teddy di Garis Depan Hadapi Kritik Publik

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers di Pangkalan Angkatan Udara Galeao, Rio de Janeiro, Senin (7/7/2025).

    Foto: BPMI Setpres

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers di Pangkalan Angkatan Udara Galeao, Rio de Janeiro, Senin (7/7/2025).

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sering berada di garis depan saat banyak kalangan justru mengambil jarak dari polemik kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Ia dianggap berani ‘pasang badan’ ketika kritik publik menerpa.

    Langkah yang diambil Teddy, ujar pengamat komunikasi politik dan Direktur ksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara memperlihatkan keberanian sekaligus konsistensi menjalankan fungsi Seskab sebagai penghubung antara Presiden dan publik.

    ‘’Seskab mampu menjalankan fungsinya sebagai mediator kebijakan Presiden ke masyarakat. Itu diapresiasi publik,’’ katanya, Senin (9/3/2026). Teddy, jelas dia, kerap tampil ketika muncul berbagai kritik terkait kebijakan pemerintah.

    Contohnya, soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Igor, Teddy mampu memberikan penjelasan kepada publik dengan baik. Baginya, langkah Teddy ini merupakan keberanian. Berdiri di ruang publik pada saat pemerintah menjadi target kritik.

    “Kehadiran Seskab yang menjelaskan langsung perspektif Presiden membantu publik memahami tujuan kebijakan dengan utuh,” katanya menegaskan.

    Dalam konteks ini, komunikasi Teddy terhadap publik bukan sekadar membela administrasi pemerintahan. Lebih jauh, jelas Igor, Teddy menjaga agar visi besar Presiden tidak terdistorsi berbagai narasi yang berkembang di ruang publik.

    Teddy pun ia anggap memahami arah kebijakan dan prioritas Presiden sehingga penjelasannya menjadi salah satu rujukan penting dalam memahami posisi resmi pemerintah. Peran Teddy ini penting agar masyarakat tahu gambaran utuh kebijakan Presiden.

    Kehadiran Teddy sebagai sosok yang selalu memberikan penjelasan atas visi Presiden, dibutuhkan dalam pemerintahan modern seperti sekarang ini. ‘’Tidak semua pejabat bersedia mengambil peran komunikasi di tengah tekanan kritik publik,’’ ujar Igor.

    Igor menyebut, kehadiran Seskab memaparkan penjelasan soal kebijakan pemerintah, ia pandang sebagai bagian untuk meningkatkan transparansi pemerintah.

    Komunikasi aktif yang dilakukan Teddy, jelas dia, menggambarkan Seskab tak hanya menjalankan fungsi administratif pemerintahan, juga memainkan peran strategis dalam memastikan pesan dan visi Presiden tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.