Category: Blog

Your blog category

  • Kapolda Sumsel Pimpin Penyerahan Barang Bukti Kejahatan ke Korban

    Kapolda Sumsel Pimpin Penyerahan Barang Bukti Kejahatan ke Korban

    Palembang  — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kembali menegaskan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat melalui pengembalian barang bukti hasil tindak pidana kepada pemilik yang sah. Langkah tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho, dalam rangkaian Apel Besar Sabuk Kamtibmas di Halaman Mapolrestabes Palembang, Selasa (28/7/2026), sebagai implementasi Polri Presisi yang berorientasi pada keadilan, pemulihan hak korban, dan peningkatan pelayanan publik.

    Pengembalian barang bukti tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari kemampuan negara mengembalikan hak masyarakat yang menjadi korban tindak pidana. Kebijakan ini sejalan dengan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah untuk menghadirkan rasa aman, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap hak-hak warga negara.

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel secara simbolis menyerahkan lima unit sepeda motor dan satu unit telepon seluler hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan kekerasan (curas) kepada pemiliknya yang telah melalui proses penyidikan dan memiliki kepastian hukum.

    Barang bukti yang dikembalikan meliputi satu unit Honda Scoopy milik Mafiro Gita Romadina, satu unit Yamaha N-Max milik Indah Pratiwi, satu unit kendaraan angkutan barang merek Kaisar milik Joko Mulyono, satu unit Honda Beat milik Ferlin, satu unit Honda Beat warna hitam milik Bonie Hartono, serta satu unit telepon seluler yang telah berhasil diamankan penyidik.

    Selain pengembalian barang bukti, Kapolda Sumsel juga memberikan piagam penghargaan kepada dua warga, M. Reza Pahlevi dan M. Ikbal, atas keberanian mereka menggagalkan aksi pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata api di kawasan Alfamart Jalan Ali Gatmir, Kelurahan 10 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Dalam aksi tersebut, M. Reza Pahlevi mengalami luka tembak pada bagian rusuk hingga pinggang, sedangkan M. Ikbal mengalami luka tusuk pada bagian paha akibat perlawanan pelaku.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho, menegaskan bahwa pemulihan hak korban merupakan bagian penting dari proses penegakan hukum yang berkeadilan.

    “Penegakan hukum yang berkeadilan tidak hanya berorientasi pada pemidanaan pelaku, tetapi yang paling utama adalah bagaimana negara hadir mengembalikan hak-hak korban kejahatan. Kami memastikan seluruh barang bukti yang telah memiliki kepastian hukum dikembalikan kepada pemiliknya secara transparan, profesional, dan tanpa dipungut biaya sepeser pun,” tegas Kapolda Sumsel.

    Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Mahar Budi Adityawan, mengatakan bahwa keberhasilan menjaga keamanan tidak dapat dilepaskan dari partisipasi aktif masyarakat dalam membantu tugas-tugas kepolisian.

    “Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Keberanian masyarakat yang turut membantu mencegah tindak kejahatan merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya,” ujar Sonny Mahar Budi Adityawan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa pengembalian barang bukti kepada korban merupakan bentuk pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta bagian dari komitmen Polri dalam membangun kepercayaan publik.

    “Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap keberhasilan pengungkapan tindak pidana harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk memastikan hak-hak korban dapat dipulihkan secara cepat sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Nandang Mu’min Wijaya.

    Melalui pengembalian barang bukti kepada pemilik yang sah serta pemberian penghargaan kepada masyarakat yang berani membantu mencegah tindak kejahatan, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan visi Polri Presisi dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif guna mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Sriwijaya.

  • Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri  Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta

    Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri  Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menerima audiensi pimpinan DPRD DKI Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antarlembaga dalam menyikapi berbagai dinamika dan kepentingan masyarakat Jakarta.
    Pertemuan tersebut berlangsung di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Turut hadir Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono serta sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya.

    Pada kesempatan ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin hadir bersama tiga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yakni Ima Mahdiah, Rany Mauliani, dan Wibi Andrino.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menerima audiensi dari pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: dok. Polda Metro Jaya
    Pertemuan diisi dengan pertukaran pandangan dan informasi mengenai berbagai hal yang menjadi perhatian bersama. Komunikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing institusi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hubungan antarlembaga yang terbuka dan konstruktif penting untuk memahami berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

    “Polda Metro Jaya terbuka untuk terus membangun sinergi dengan DPRD DKI Jakarta. Harapannya, hubungan yang baik ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta turut menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman,” ujar Kombes Budi Hermanto.

  • Aksi Pantang Menyerah Polda Sumsel Padamkan 24 Hektare Karhutla Ogan Ilir

    Aksi Pantang Menyerah Polda Sumsel Padamkan 24 Hektare Karhutla Ogan Ilir

    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir

    Aksi Pantang Menyerah: Polda Sumsel Padamkan 24 Hektare Karhutla Ogan Ilir Pakai Formula Khusus

    Sumsel – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan gambut selalu menjadi tantangan besar karena baranya yang kerap bersembunyi di bawah permukaan tanah. Menghadapi situasi ini, personel Ditsamapta Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan dedikasi luar biasa di tengah hamparan lahan gambut seluas kurang lebih 24 hektare di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

    Tidak sekadar menyiramkan air, tim yang turun ke lapangan membawa inovasi baru. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, mereka melakukan pemadaman sekaligus uji coba langsung sebuah formula khusus bernama Crossfire Slog Polri.

     

    Untuk menaklukkan api di lahan seluas itu, tim menyiapkan 16 jerigen formula Crossfire. Komposisi racikannya diaplikasikan dengan presisi: 200 liter formula khusus tersebut dicampur dengan 800 liter air. Campuran inilah yang kemudian disemprotkan secara masif untuk merendam lahan gambut yang terbakar.

    Pemadaman di karakteristik tanah gambut menuntut kesabaran ekstra. Proses perendaman lahan terus dilakukan tanpa henti hingga malam hari. Setelah api di permukaan terlihat padam, tugas mereka ternyata belum usai. Personel Ditsamapta Polda Sumsel kembali melakukan pengecekan berlapis di lokasi yang gelap. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan bahwa bara api di kedalaman gambut benar-benar mati total dan tidak berpotensi memicu titik api baru keesokan harinya.

    Kerja keras, gotong royong, dan penerapan inovasi di Desa Lorok ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla yang merugikan masyarakat luas.

  • Rekam Jejak Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto yang Miliki Pengalaman Luas Bidang Intelijen

    Rekam Jejak Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto yang Miliki Pengalaman Luas Bidang Intelijen

    Wakapolda Metro Jaya mendapat  promosi pecah bintang, dari bintang satu (Brigjen) menjadi bintang  dua ( Irjen).

    Mantan Dirintelkam Polda Jatim itu, kini berpangkat Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, Rabu (2/9/2026).

    Perwira tinggi Polri asal Bojonegoro, Jawa Timur ini menjabat Wakapolda Metro Jaya sejak 5 Agustus 2025, berdasarkan surat telegram rahasia bernomor ST/1764/VIII/KEP/2025.

    Saat itu, jabatan Wakapolda Metro Jaya yang disandang Irjen Pol Dekananto – sapaan akrabnya, adalah menggantikan Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, yang diangkat menjadi Kapolda Kalimantan Utara.

    Rekam Jejak Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

    Irjen Pol Dekananto merupakan Jenderal Polisi Bintang Dua yang berpengalaman di bidang intelijen dan keamanan (Intelkam). Sebelum bertugas di ibu kota, Irjen Pol Dekananto menjabat sebagai Dirintelkam Polda Jatim.

    Salah satu terobosan dan prestasinya adalah keberhasilan memimpin pembongkaran tugu silat di Jatim untuk mencegah terjadinya bentrokan antar kelompok silat. Total ada 686 tugu silat yang dibongkar dan dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Tujuannya, adalah meredam eskalasi konflik antar perguruan pencak silat yang ada di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

    Keberhasilan itu, tidak lepas dari dukungan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, yang sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran pada 26 Juni 2023 terkait penertiban tugu perguruan silat.

    Selain itu, Irjen Dekananto juga mampu menjaga kondusivitas Jatim dan merangkul semua elemen serta menyatukan suporter bola di Jatim.

    Setelah menjabat Dirintelkam Polda Jatim selama dua tahun, Irjen Pol Dekananto bertugas sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya tahun 2024. Saat menjabat Dirintelkam Polda Metro Jaya, Irjen Dekananto sukses menjaga dan mengelola situasi keamanan yang kondusif di Jakarta.

    Belum genap setahun menjadi Dirintelkam Polda Metro Jaya, kemudian Irjen Pol Dekananto diangkat sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri menggantikan Brigjend Pol Deddy Kusuma Bakti tahun 2025. Posisi ini menempatkannya sebagai salah satu pejabat kunci dalam struktur intelijen keamanan nasional.

    Setahun menduduki posisi Direktur Politik Baintelkam Polri, Irjen Dekananto dilantik sebagai Wakapolda Metro Jaya pada Agustus 2025. Jabatan Wakapolda Metro Jaya memiliki peran strategis membantu tugas Kapolda Metro Jaya.

    Salah satu programnya adalah Jaga Jakarta On The Spot. Program Jaga Jakarta On The Spot menjadi salah satu upaya Polda Metro Jaya untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

    “Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, TNI, dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya belum lama ini.

    Baru tujuh bulan menjabat Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto mendapatkan penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI Prabowo Subianto. Penghargaan diberikan karena dinilai sebagai salah satu tokoh pendukung utama dalam menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah

  • Kapolda Metro Jenguk Personel dan Ojol Dirawat Imbas Ricuh Usai Aksi di DPR

    Kapolda Metro Jenguk Personel dan Ojol Dirawat Imbas Ricuh Usai Aksi di DPR

    Foto: Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri memberikan dukungan dan semangat kepada dua personel Polri dan pengemudi ojol yang masih dirawat di RS Polri. (dok Istimewa)
    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri memberikan dukungan dan semangat kepada dua personel Polri serta seorang pengemudi ojek online (ojol) yang masih dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Ketiganya terluka dalam rangkaian peristiwa setelah aksi penyampaian pendapat di depan gedung DPR RI pekan lalu.
    “Kami hadir untuk memberikan semangat kepada saudara-saudara kita yang masih menjalani perawatan. Kami berharap semuanya segera pulih, dapat kembali berkumpul bersama keluarga, dan menjalankan aktivitas seperti sediakala,” kata Komjen Asep Edi, Selasa (1/9/2026).

    Kapolda menemui para korban satu per satu untuk melihat langsung perkembangan kondisi mereka. Ia berbincang dengan para korban dan keluarga yang mendampingi. Dia juga menanyakan proses perawatan, serta memberikan semangat agar tetap kuat menjalani masa pemulihan.

    Ketiga korban terluka dalam rangkaian peristiwa setelah aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR RI pekan lalu. (dok Istimewa)
    Dua personel yang masih dirawat ialah anggota Ditsamapta Polda Metro Jaya Bripda Aslam Sarofi, anggota Ditpolair Polda Metro Jaya Briptu Frans Adong. Keduanya mengalami luka ketika menjalankan tugas pengamanan dan hingga kini masih mendapatkan perawatan serta pemantauan dari tim medis.

    Kapolda juga menemui Rizal, seorang pengemudi ojek daring, yang juga mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Kapolda menyampaikan rasa prihatin serta dukungan selama menjalani proses pemulihan kepada Rizal dan keluarganya.

    Kehadiran Kapolda menjadi wujud kepedulian terhadap setiap korban tanpa membedakan latar belakang. Keselamatan dan pemulihan menjadi perhatian utama, baik bagi personel yang terluka ketika menjalankan tugas maupun masyarakat yang turut terdampak dalam peristiwa tersebut.

    Kapolda juga menemui Rizal, seorang pengemudi ojek daring yang turut mengalami luka dalam peristiwa tersebut. (dok Istimewa)
    Kapolda berharap proses perawatan ketiga korban berjalan dengan baik dan seluruh kebutuhan medis mereka dapat terpenuhi hingga pulih. Ia turut menyampaikan dukungan kepada keluarga yang setia mendampingi para korban selama menjalani proses penyembuhan.

    Kericuhan terjadi usai demo di depan gedung DPR pada Kamis (27/8) lalu. Polda Metro Jaya mengamankan 322 orang dan sebanyak 49 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

  • Polisi Tegaskan Pelayanan Penyampaian Aspirasi Tetap Humanis, Prosedural dan Akuntabel

    Polisi Tegaskan Pelayanan Penyampaian Aspirasi Tetap Humanis, Prosedural dan Akuntabel

    Jakarta – Sejak awal dalam kegiatan kepolisian, Polri mengedepankan pendekatan humanis dan prosedural serta mensosialisasikan pelayanan penyampaian aspirasi dimuka umum pada bulan Agustus 2026. Polri menegaskan memandang perlu untuk meluruskan distorsi informasi demi tegaknya keadilan prosedural dan legitimasi hukum.

     

    Polri menegaskan komitmennya bahwa sebagai negara hukum, wajib menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia. Polri bekerja secara prosedural atas nama hukum, dibatasi oleh hukum dan sepenuhnya memiliki akuntabilitas secara hukum.

    “Polri bekerja secara prosedural atas nama hukum, dibatasi oleh hukum dan sepenuhnya memiliki akuntabilitas secara hukum,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko Selasa (1/9).

    Dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, Polri telah melakukan langkah-langkah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta perlindungan dan pelayanan masyarakat, dengan upaya Preemtif, upaya Preventif, dan upaya Penegakan hukum.

    1. Upaya Preemtif : Deteksi dan sosialisasi, edukasi, serta literasi, Partisipasi Masyarakat

    Deteksi Dini & Pencegahan: Pada fase awal, Polri mengedepankan pendekatan pemolisian yang humanis melalui deteksi dini, peringatan dini, dan pencegahan dini terhadap segala bentuk potensi gangguan agar tidak berkembang menjadi ambang gangguan di ruang siber maupun fisik.

    “Pada fase awal, Polri mengedepankan pendekatan pemolisian yang humanis melalui deteksi dini, peringatan dini, dan pencegahan dini terhadap segala bentuk potensi gangguan agar tidak berkembang menjadi ambang gangguan di ruang siber maupun fisik,” kata Karo Penmas.

    Kolaborasi Komunitas : Melalui strategi cooling system yang terencana sejak fase sosialisasi, Polri secara aktif membangun kemitraan warga (citizen partnership) dan orkestrasi multi-pihak. Polri melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, komunitas peduli HAM, serta segenap elemen sipil untuk menyuarakan perdamaian dan menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing.

    “Melalui strategi cooling system yang terencana sejak fase sosialisasi, Polri secara aktif membangun kemitraan warga (citizen partnership) dan orkestrasi multi-pihak. Polri melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, komunitas peduli HAM, serta segenap elemen sipil untuk menyuarakan perdamaian dan menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing,” ujarnya.

    Edukasi & Literasi: Segenap instrumen kehumasan dikerahkan untuk menyajikan narasi edukatif, menangkal disinformasi, serta meredam ketegangan sosial sehingga publik memahami pentingnya menjaga persatuan kesatuan.

    “Segenap instrumen kehumasan dikerahkan untuk menyajikan narasi edukatif, menangkal disinformasi, serta meredam ketegangan sosial sehingga publik memahami pentingnya menjaga persatuan kesatuan,” tuturnya.

    2. Upaya Preventif: Kehadiran Kepolisian dalam Ruang Sosial Masyarakat

    Dimulai Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (turjawali) : Pada tahap pelayanan pelaksanaan aksi, kehadiran fisik personel berseragam (seperti jajaran Samapta, Sabhara, dan Lalu Lintas) di titik-titik krusial objek vital dan rute aktivitas masyarakat guna meningkatkan efek pencegahan (deterrence effect) yang nyata.

    “Pada tahap pelayanan pelaksanaan aksi, kehadiran fisik personel berseragam (seperti jajaran Samapta, Sabhara, dan Lalu Lintas) di titik-titik krusial objek vital dan rute aktivitas masyarakat guna meningkatkan efek pencegahan (deterrence effect) yang nyata,” kata Karo Penmas.

    Fasilitator Demokrasi yang Humanis : Kehadiran Polri di lapangan didesain untuk memfasilitasi hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, serta memberikan perlindungan kemanusiaan yang inklusif, termasuk melalui pendekatan persuasif seperti kehadiran Polisi humanis dan Polisi Wanita (Polwan).

    “Kehadiran Polri di lapangan didesain untuk memfasilitasi hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, serta memberikan perlindungan kemanusiaan yang inklusif, termasuk melalui pendekatan persuasif seperti kehadiran Polisi humanis dan Polisi Wanita (Polwan),” ujarnya.

    3. Upaya Penegakan Hukum: Ultimum Remedium yang Terukur

    Ultimum Remedium: Penegakan hukum dan tindakan represif merupakan upaya terakhir yang hanya diambil apabila situasi telah bergeser dari ambang gangguan menjadi gangguan nyata yang mengancam keselamatan jiwa, hak asasi manusia, atau fasilitas publik.

    “Penegakan hukum dan tindakan represif merupakan upaya terakhir yang hanya diambil apabila situasi telah bergeser dari ambang gangguan menjadi gangguan nyata yang mengancam keselamatan jiwa, hak asasi manusia, atau fasilitas publik,” tutur Karo Penmas.

    Legalitas dan Akuntabilitas Mutlak : Setiap tindakan tegas dan penegakan hukum di lapangan didasarkan secara ketat pada koridor hukum, Undang-Undang yang berlaku, serta asas proporsionalitas yang prosedural yang dapat dipertanggungjawabkan.

    “Setiap tindakan tegas dan penegakan hukum di lapangan didasarkan secara ketat pada koridor hukum, Undang-Undang yang berlaku, serta asas proporsionalitas yang prosedural yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

    Polri sangat mengapresiasi dan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sinergi seluruh elemen masyarakat khususnya hanya pada tahap preemtif dan preventif bukan pada tindakan lainnya yang dapat merugikan, serta melaporkan setiap kejadian melalui superApps Presisi Polri dan layanan Polisi 110 demi menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan bersama.

    “Polri sangat mengapresiasi dan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sinergi seluruh elemen masyarakat khususnya hanya pada tahap preemtif dan preventif bukan pada tindakan lainnya yang dapat merugikan, serta mengutamakan keselamatan seluruh masyarakat dan tetap berjalannya aktifitas sosial masyarakat lainnya. Diimbau kepada seluruh masyarakat silahkan untuk melaporkan setiap kejadian melalui superApps Presisi Polri dan layanan Polisi 110 demi menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan bersama,” pungkas Karo Penmas Divhumas Polri.

  • Dengan Pesawat Khusus, Polri Kerahkan 10 K9 SAR Berpengalaman ke Flores, Misi Pencarian Korban

    Dengan Pesawat Khusus, Polri Kerahkan 10 K9 SAR Berpengalaman ke Flores, Misi Pencarian Korban

     

    Jakarta, 16 Agustus 2026 — Polri kembali bergerak cepat memperkuat pencarian korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 10 K9 SAR berpengalaman dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri diterbangkan menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501 dengan rute tersendiri Pondok Cabe–Labuan Bajo.

    Penerbangan dipimpin Kapten Penerbang Kp M. Rahman dan Kp Hendri S, bersama lima kru lainnya. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Pondok Cabe pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar 17.05 WITA.

    Penggunaan pesawat khusus dengan rute tersendiri dilakukan untuk mempercepat pergeseran kemampuan SAR Polri. Selain membawa 10 K9, pesawat juga mengangkut perlengkapan operasional dan bantuan logistik untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

    Sebanyak 21 personel Ditpolsatwa diberangkatkan untuk mendukung operasional 10 K9. Tim dipimpin Iptu Erasmus selaku Katim K9, dengan dukungan Ipda drh. Linda dan Aipda Triyo sebagai tenaga veteriner. Personel lainnya terdiri dari handler dan pelindung yang bertugas mendampingi K9 serta memastikan keamanan tim selama operasi. Setiap K9 didampingi handler yang memahami karakter dan kemampuan masing-masing, sehingga kemampuan K9 dapat dioptimalkan dalam proses pencarian korban di lapangan.

    Sepuluh K9 yang diterjunkan terdiri dari Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, Sita, Koni, Kyara, Gejlon, dan Gizi. Mereka memiliki kemampuan Canine Search and Rescue (CSAR) untuk membantu pencarian korban serta cadaver, yaitu kemampuan mendeteksi aroma khas yang berasal dari tubuh manusia yang telah meninggal dunia.

    Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam kondisi bencana ketika korban berada di bawah reruntuhan, tertutup material, atau berada di lokasi yang sulit ditemukan secara visual.

    BERPENGALAMAN DALAM OPERASI BENCANA

    Pengerahan kali ini juga diperkuat pengalaman K9 Ditpolsatwa dalam penanganan bencana di Sumatera pada 2025.

    Pada Desember 2025, Unit SAR K9 Ditpolsatwa dikerahkan dalam pencarian korban bencana di Sumatera Utara. Empat K9, yakni Walet, Ari, Rubin, dan Dasa, digunakan untuk menyisir area bantaran sungai dan lokasi yang diduga menjadi tempat korban tertimbun material maupun hanyut terbawa arus.

    Dalam operasi tersebut, K9 memberikan indikasi titik penting yang kemudian ditindaklanjuti tim gabungan hingga ditemukan korban.

    Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi tim yang kini kembali bergerak ke Flores. K9 tidak bekerja sendiri, tetapi menjadi bagian dari tim SAR yang didukung handler, tenaga veteriner, personel pelindung, dan unsur terkait di lapangan.

    DIBAGI TIGA REGU

    Setelah apel pelepasan yang dipimpin Dirpolsatwa, tim melakukan loading perlengkapan dan dibagi menjadi tiga regu untuk melaksanakan tugas BKO di wilayah hukum Polda NTT.

    Pembagian regu memungkinkan kemampuan K9 dikerahkan secara fleksibel sesuai kebutuhan pencarian dan hasil asesmen di lapangan.

    Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan awal antara lain Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun, tim dapat digeser ke wilayah lain berdasarkan perkembangan situasi dan kebutuhan Polda NTT.

    KECEPATAN JADI PRIORITAS

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa kecepatan menjadi salah satu hal yang paling utama dalam penanganan bencana.

    “Kecepatan merupakan salah satu hal yang paling utama. Pagi ini kami kembali memberangkatkan tim tersebut. Nantinya pembagian tugas akan dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi dengan Polda NTT,” ujar Trunoyudo.

    Trunoyudo mengatakan Polri memahami bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan masyarakat terdampak.

    “Kami memahami betul dan sama-sama berempati bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana. Yang paling utama adalah bagaimana Polri dapat memberikan evakuasi dan penyelamatan bagi korban yang masih selamat,” kata Trunoyudo.

    Ia menambahkan, tim K9 akan diarahkan sesuai kebutuhan wilayah.

    “Ada beberapa daerah yang menjadi prioritas untuk dilakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban, yaitu Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” jelasnya.

    BAWA 3,4 TON LOGISTIK

    Selain 10 K9 dan 21 personel, pesawat CN-295 P-4501 membawa 10 kennel box K9, empat box perlengkapan tim dan pakan K9, serta berbagai bantuan logistik.

    Total muatan mencapai sekitar 3.411 kilogram atau 3,4 ton, terdiri dari 45 dus makanan siap saji, 10 unit Wontech, 409 kilogram obat-obatan bantuan, 60 kilogram banner dan stiker, serta perlengkapan lainnya.

    Setibanya di Labuan Bajo, tim akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi penugasan dan prioritas pencarian.

    Penggunaan pesawat khusus dengan rute tersendiri menjadi bagian dari langkah percepatan Polri agar kemampuan K9, personel pendukung, serta perlengkapan dapat segera tiba dan digunakan di wilayah operasi.

    Polri memastikan dukungan kemanusiaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan kebutuhan dan hasil kurasi di lapangan.

    K9 berpengalaman terbang dengan pesawat khusus. 21 personel mendampingi. Satu misi: mempercepat pencarian korban dan membantu masyarakat Flores terdampak gempa

  • Ketua MPR Bantah Isu Agustus 2026 Memanas, Polri Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

    Ketua MPR Bantah Isu Agustus 2026 Memanas, Polri Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

    Ketua MPR Bantah Isu Agustus 2026 Memanas, Polri Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

     Ketua MPR Ahmad Muzani menepis isu yang menyebut situasi politik dan keamanan nasional akan memanas sepanjang Agustus 2026.

    Menurutnya, bulan kemerdekaan semestinya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan optimisme, serta menjaga semangat kebangsaan, bukan dipenuhi narasi yang memicu keresahan di tengah masyarakat.

    Saat berziarah ke Makam Proklamator Bung Karno di Blitar, Selasa (4/8), Muzani menegaskan bahwa peringatan 17 Agustus merupakan momen sakral yang menandai keberhasilan bangsa Indonesia melepaskan diri dari penjajahan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan bulan Agustus sebagai ajang memperkokoh persatuan nasional.

    Pernyataan Muzani tersebut sekaligus merespons berkembangnya isu yang menyebut akan terjadi gangguan keamanan maupun gejolak politik selama Agustus.

    Politikus Gerindra itu menegaskan masyarakat tidak perlu terprovokasi oleh berbagai narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

    Polri: Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

    Senada dengan pernyataan Ketua MPR, Mabes Polri memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hingga awal Agustus tetap kondusif.

    Astamaops Polri Komjen Fadil Imran mengatakan, berdasarkan pemantauan melalui Daily Operating Reporting System (DORS), tidak ditemukan gangguan kamtibmas yang menonjol.

    Fadil juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai berbagai spekulasi mengenai aksi demonstrasi besar maupun isu lain yang berpotensi menimbulkan keresahan.

    Menurutnya, berbagai narasi yang berkembang di media sosial, termasuk terkait pemasangan pagar di sejumlah gedung, tidak dapat dijadikan indikator akan adanya gangguan keamanan.

    Dengan adanya penegasan dari Ketua MPR dan Polri, masyarakat diharapkan tetap tenang, menjaga persatuan, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan kondusif menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

  • BNNP Jawa Timur Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    BNNP Jawa Timur Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Sumber: BNN

    Perang melawan peredaran gelap narkotika terus menunjukkan hasil. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 5.440 gram bruto yang diduga akan diedarkan di berbagai wilayah di Jawa Timur.

    Keberhasilan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan secara intensif oleh petugas. Dari hasil operasi tersebut, dua orang tersangka berhasil diamankan beserta lima paket sabu sebagai barang bukti.

    Meski demikian, pengungkapan kasus ini belum berhenti. BNNP Jawa Timur masih terus melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang diduga menjadi pengendali jaringan dari luar daerah.

    Langkah ini merupakan bagian dari komitmen aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar jaringannya.

    BNNP Jawa Timur menegaskan bahwa setiap keberhasilan mengungkap peredaran narkotika bukan hanya tentang menyita barang bukti atau menangkap pelaku, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, serta mengancam ketahanan bangsa.

    Masyarakat pun diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi menjadi salah satu kunci penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

    Dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, diharapkan upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat terus diperkuat.

    #BNN #BNNPJawaTimur #WarOnDrugs #IndonesiaBersinar #StopNarkoba

  • Dukung Visi Indonesia Emas, Kapolda Sumsel Gembleng Karakter Siswa SMA Taruna Nusantara

    Dukung Visi Indonesia Emas, Kapolda Sumsel Gembleng Karakter Siswa SMA Taruna Nusantara

    Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan karakter dan kepemimpinan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr Sandi Nugroho SIK SH MHum, dalam kegiatan “Jumpa Tokoh” bersama para siswa SMA Taruna Nusantara Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pagar Alam, H Ludi Oliansyah ST, Kepala SMA Taruna Nusantara Pagar Alam, Brigjen TNI Mochammad Ghoffar Ngismangil, para Pejabat Utama Polda Sumsel, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tenaga pendidik, dan para siswa kelas XI SMA Taruna Nusantara.

    Dalam pembekalannya, Kapolda Sumatera Selatan menekankan bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, disiplin, serta jiwa kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman.

    “Bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia harus kita dipersiapkan sejak dini agar menjadi modal pembangunan nasional,”

    Dalam kegiatan tersebut, ia mengingatkan para siswa mengenai berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, mulai dari penyalahgunaan teknologi, judi online, penyalahgunaan narkoba, perundungan (*bullying*), hingga cyberbullying.

    Oleh karena itu menurutnya pendidikan karakter menjadi benteng utama agar generasi penerus bangsa tetap memiliki moral, etika, dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.

    “Apa yang dilakukan hari ini adalah langkah untuk membentuk karakter, memperkuat integritas, serta mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa yang unggul, karena mereka merupakan generasi yang pada tahun 2045 akan berada pada usia produktif. ,” terangnya Kapolda.

    Selain memberikan pembekalan, Kapolda Sumsel juga berdialog secara interaktif dengan para siswa melalui sesi tanya jawab mengenai kepemimpinan, wawasan kebangsaan, perkembangan teknologi, serta tantangan yang akan dihadapi generasi muda di masa mendatang.

    Sementara Kepala SMA Taruna Nusantara Pagar Alam Brigjen TNI Mochammad Ghoffar Ngismangil menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Kapolda Sumatera Selatan terhadap dunia pendidikan.

    “Kehadiran Kapolda merupakan bentuk nyata sinergi antara institusi keamanan dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda. Pembekalan seperti ini memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus meningkatkan disiplin, integritas, serta wawasan kebangsaan sebagai bekal menjadi pemimpin Indonesia di masa depan,” terangnya.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya SIK MH, mengungkapkan bahwa pembinaan karakter generasi muda merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia di bidang pembangunan sumber daya manusia.

    “Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi yang berintegritas, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

    Terakhir dia sampaikan bahwa kehadiran Polri di lingkungan pendidikan merupakan wujud nyata peran kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga berkontribusi membangun ketahanan sosial, memperkuat karakter kebangsaan, serta mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat mengancam masa depan bangsa.

    Oleh karena itu, melalui kegiatan “Jumpa Tokoh” di SMA Taruna Nusantara Pagar Alam, Polda Sumsel berkomitmen untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan karakter generasi muda.

    “Kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan diharapkan terus berlanjut sebagai fondasi dalam mencetak pemimpin bangsa yang unggul, berintegritas, berdaya saing global, serta mampu menjaga persatuan, stabilitas keamanan, dan kemajuan Indonesia di masa depan,” tutupnya Nandang